Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
“Kebijakan 'Cetak Bertahap' The Fed Akan Meningkatkan Likuiditas dan Memicu Reli 3x pada Harga Bitcoin—Analis”

“Kebijakan 'Cetak Bertahap' The Fed Akan Meningkatkan Likuiditas dan Memicu Reli 3x pada Harga Bitcoin—Analis”

CoinEditionCoinEdition2026/01/11 06:53
Tampilkan aslinya
Oleh:CoinEdition

Manajer dana profesional terkenal, Larry Lepard, telah mengidentifikasi sebuah perkembangan yang sedang berlangsung yang dapat menyebabkan lonjakan harga signifikan pada Bitcoin. 

Menurut Lepard, aktivitas terbaru di Federal Reserve AS menunjukkan adanya ekspansi neraca yang dapat berdampak langsung pada aset berisiko, khususnya Bitcoin. Lepard meyakini peristiwa yang sedang terjadi ini dapat menyebabkan harga Bitcoin melonjak tiga kali lipat dari level saat ini.

Terkait: Prediksi Harga Bitcoin: BTC Mempertahankan Bias Bullish Meski Momentum Mengendur

Dalam sebuah podcast, Lepard menyatakan bahwa Federal Reserve menerapkan Quantitative Easing (QE) pada kuartal terakhir tahun 2025, menyebutnya sebagai “Manajemen Cadangan.” Ia mencatat bahwa tindakan regulator keuangan tersebut berpuncak pada ekspansi neraca, yang oleh mikroekonom Amerika terkemuka, Lyn Alden, disebut sebagai memasuki era “Gradual Print.”

Dengan istilah Gradual Print, Alden mengisyaratkan bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan melakukan perubahan fiskal yang radikal dan masif. Sebaliknya, mereka akan menambahkan surplus likuiditas secara bertahap untuk menjaga sistem tetap berjalan.

Sebagai konteks, “Gradual Print” adalah frasa yang sering digunakan oleh analis keuangan untuk menggambarkan injeksi likuiditas secara halus dan berkelanjutan oleh bank sentral ke dalam ekosistem. Biasanya, bank melakukan ini sebagai respons terhadap tekanan sistemik, alih-alih mengadopsi program stimulus eksplisit seperti QE. 

Pendapat Alden mengenai situasi fiskal yang sedang berlangsung dengan Federal Reserve adalah bahwa bank sentral terpaksa melakukan ekspansi neraca secara bertahap untuk mendukung defisit pemerintah yang sedang berlangsung dan mencegah krisis likuiditas. Ia meyakini bahwa baik Departemen Keuangan AS maupun pasar Repo membutuhkan suntikan likuiditas tersebut agar dapat berfungsi.

Secara historis, ekspansi pasar uang melalui injeksi likuiditas telah berulang kali mendorong pertumbuhan pasar cryptocurrency. Oleh karena itu, optimisme yang diungkapkan Lepard mempertimbangkan skenario saat ini. Berdasarkan proyeksinya, harga Bitcoin akan berlipat ganda atau bahkan tiga kali lipat mengikuti perkembangan situasi ini. 

Terkait: Arthur Hayes: Quantitative Easing Tiongkok Akan Memicu Lonjakan Harga Bitcoin

Dengan BTC diperdagangkan pada $90.520 saat artikel ini ditulis, menurut data TradingView, proyeksi Lepard mengindikasikan harga cryptocurrency pelopor ini dapat melonjak hingga sekitar $200.000 sebagai dampak dari tindakan Fed di bawah kondisi saat ini.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Nvidia investasi 1,5 miliar dolar AS untuk membeli saham SB Energy, mengamankan 8GW daya komputasi AI, OpenAI akan menjadi satu-satunya penyewa

Nvidia sedang memperluas batas persaingan dari GPU dan server ke tanah, listrik, dan konstruksi pusat data AI. Perusahaan bekerja sama dengan SB Energy untuk mengembangkan pusat data AI berskala besar 8GW di Ohio, serta berinvestasi sebesar 1,5 miliar dolar untuk memberikan dukungan kredit dalam pembiayaan infrastruktur. OpenAI menjadi satu-satunya penyewa. Langkah ini menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya sebagai pemasok chip, tetapi juga menjadi pengelola infrastruktur AI dengan mengamankan sumber daya LPS terlebih dahulu untuk menjamin permintaan GPU multi-generasi di masa depan.

华尔街见闻2026/08/17 13:56

Meta (META.US) dan BlackRock (BLK.US) menghadapi "lubang hitam asuransi" pada pusat data senilai 14 miliar dolar AS: hanya 3,2% yang tercakup, pihak pemberi pinjaman bisa menanggung risiko miliaran dolar AS.

Menurut laporan, Meta dan BlackRock menginvestasikan 14 miliar dolar AS untuk membangun pusat data di Texas namun menghadapi risiko asuransi.

智通财经2026/08/17 13:46
Meta (META.US) dan BlackRock (BLK.US) menghadapi "lubang hitam asuransi" pada pusat data senilai 14 miliar dolar AS: hanya 3,2% yang tercakup, pihak pemberi pinjaman bisa menanggung risiko miliaran dolar AS.