Moonbirds: Nesting 2.0 telah diluncurkan, pemegang akan mendapatkan token birb dalam 24 bulan ke depan
Odaily melaporkan bahwa Moonbirds mengumumkan di platform X bahwa Nesting 2.0 telah resmi diluncurkan. Pemegang NFT Moonbirds, Mythics, dan Oddities kini dapat memperoleh token birb melalui mekanisme desain baru, yang bertujuan untuk menyelaraskan pemegang dengan pertumbuhan jangka panjang ekosistem.
Setelah pengguna menyimpan NFT mereka ke dalam protokol nesting, mereka akan menerima NFT terikat (soulbound) yang sesuai dengan NFT mereka. Selama periode nesting, NFT tersebut tidak akan lagi tersedia di pasar. Dalam 24 bulan ke depan, NFT yang dinesting dapat mengklaim 1/24 dari alokasi mereka pada tanggal 28 setiap bulan. Jika hanya dinesting sebagian waktu dalam bulan tersebut sebelum tanggal 28, maka jumlah yang dapat diklaim akan dihitung secara proporsional. Semua NFT yang dinesting dalam 7 hari pertama akan dianggap telah dinesting selama satu bulan penuh.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Cerebras (CBRS.US) merilis komputer baru CS-4, menyatakan hasil AI dihasilkan dengan kecepatan beberapa kali lipat dibandingkan Nvidia, menjadi penantang baru bagi Nvidia.
Cerebras Systems Inc. telah meluncurkan sebuah komputer baru bernama CS-4, yang akan tersedia lebih luas pada akhir kuartal ketiga.

Kekurangan listrik di pusat data AI meningkatkan minat pada aset energi tradisional, raksasa investasi swasta KKR (KKR.US) berencana mengakuisisi distributor energi Amerika Serikat UGI (UGI.US) senilai 9.0 miliar dolar.
Dilaporkan bahwa raksasa investasi swasta KKR baru-baru ini mengajukan tawaran akuisisi non-bind untuk distributor gas alam dan listrik UGI Utilities, dengan nilai transaksi sekitar 9 miliar dolar AS.

JPMorgan Asset Management memperingatkan: Risiko konsentrasi AI menyebar ke pasar obligasi, investor perlu waspada terhadap "crowded trade"
JPMorgan Asset Management memperingatkan bahwa risiko konsentrasi "faktor kecerdasan buatan" telah menyebar dari saham ke sektor pendapatan tetap, yang semakin meningkatkan kebutuhan investor untuk tetap berhati-hati.

