Proyek Meme ekologi BSC, BANANA FOR SCALE, telah meluncurkan aktivitas terobosan TikTok dengan total hadiah hingga $500,000
Pada tanggal 15 Desember, proyek Meme ekologi BSC, BANANA FOR SCALE, mengumumkan bahwa kampanye "Banana for Scale" di platform TikTok sedang booming. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk meruntuhkan hambatan budaya antara Web2 dan Web3 melalui "budaya pisang" yang unik.
Hingga kemarin, total donasi untuk acara tersebut telah melebihi 95 juta token BANANA, setara dengan sekitar $500,000. Semua donasi akan digunakan langsung untuk hadiah uang.
Setelah akun TikTok komunitas @Bananas31__bsc meluncurkan acara tersebut, tagar #bananaforscale terus menjadi tren di TikTok. Video terkait telah mencapai jutaan penayangan dan hampir 2000 orang berpartisipasi di dalamnya termasuk beberapa influencer terkenal dengan jutaan pengikut. Setiap peserta tidak hanya menyuntikkan kreativitas dan vitalitas ke dalam acara tetapi juga menyebarkan pesona "budaya pisang" secara global.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Cerebras (CBRS.US) merilis komputer baru CS-4, menyatakan hasil AI dihasilkan dengan kecepatan beberapa kali lipat dibandingkan Nvidia, menjadi penantang baru bagi Nvidia.
Cerebras Systems Inc. telah meluncurkan sebuah komputer baru bernama CS-4, yang akan tersedia lebih luas pada akhir kuartal ketiga.

Kekurangan listrik di pusat data AI meningkatkan minat pada aset energi tradisional, raksasa investasi swasta KKR (KKR.US) berencana mengakuisisi distributor energi Amerika Serikat UGI (UGI.US) senilai 9.0 miliar dolar.
Dilaporkan bahwa raksasa investasi swasta KKR baru-baru ini mengajukan tawaran akuisisi non-bind untuk distributor gas alam dan listrik UGI Utilities, dengan nilai transaksi sekitar 9 miliar dolar AS.

JPMorgan Asset Management memperingatkan: Risiko konsentrasi AI menyebar ke pasar obligasi, investor perlu waspada terhadap "crowded trade"
JPMorgan Asset Management memperingatkan bahwa risiko konsentrasi "faktor kecerdasan buatan" telah menyebar dari saham ke sektor pendapatan tetap, yang semakin meningkatkan kebutuhan investor untuk tetap berhati-hati.
