
Trump Kembali Menegaskan Klaim Kendali atas Selat Hormuz saat Harga Minyak Naik Hampir 6% dalam Sepekan: Risiko Volatilitas Dolar AS dan Minyak Mentah Meningkat
Penghindaran risiko di pasar terus meningkat. Menurut laporan, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini kembali mengeluarkan pernyataan keras mengenai Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa setelah Amerika Serikat “sepenuhnya mengalahkan Iran,” negara tersebut akan menyatakan Selat Hormuz sebagai “wilayah AS.” Meskipun pernyataan itu telah memicu kontroversi besar—dan Iran menegaskan bahwa selat tersebut tetap berada di bawah kendalinya—kekhawatiran atas gangguan geopolitik terhadap transportasi energi telah dengan cepat tercermin pada harga minyak mentah.

Jumat lalu (tanggal 14), harga minyak internasional bergerak naik. Futures minyak mentah Brent naik 1,67% dan ditutup pada $88,52 per barel, sedangkan futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,42% dan ditutup pada $82,40 per barel. Sepanjang pekan, minyak mentah Brent naik sekitar 6%, sedangkan WTI menguat 5,4%.
Risiko di Selat Hormuz Meningkat saat Serangan terhadap Kapal Tanker Memperbesar Kekhawatiran Pasokan
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, yang menjadi rute bagi sekitar seperlima transportasi pasokan energi global. Gangguan apa pun terhadap pelayaran melalui selat ini tidak hanya dapat memengaruhi pasokan minyak mentah, tetapi juga harga bahan bakar olahan, biaya asuransi pengiriman, dan biaya logistik secara lebih luas.
Laporan pasar menunjukkan bahwa dua kapal yang dioperasikan oleh Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) diserang saat melintasi Selat Hormuz, yang makin meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan. Pada saat yang sama, perundingan AS-Iran belum menunjukkan kemajuan berarti, sementara Washington mengindikasikan bahwa blokade laut terhadap Iran mungkin akan dipertahankan tanpa batas waktu. Perkembangan ini membuat premi risiko geopolitik tetap tercermin dalam harga minyak.
Peristiwa berita terkini seperti serangan terhadap kapal tanker menjadi pendorong utama kenaikan harga minyak baru-baru ini. Selain situasi di Timur Tengah, serangan drone terhadap fasilitas ekspor di pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam, Rusia, juga menambah ketidakpastian terhadap prospek pasokan minyak mentah.
Tingginya Harga Minyak Bukan Sekadar Masalah Energi—Dolar AS Juga Dapat Terpengaruh
Bagi trader dolar AS, pergerakan tajam harga minyak bukan sekadar peristiwa di pasar energi. Pergerakan tersebut juga dapat memengaruhi Indeks Dolar AS dan pasangan mata uang utama secara tidak langsung melalui ekspektasi inflasi, prospek kebijakan moneter, dan sentimen penghindaran risiko.
Jika harga minyak terus naik, pasar mungkin akan berfokus pada tiga area berikut:
1. Tekanan inflasi kembali meningkat
Kenaikan harga minyak mentah dan bahan bakar dapat mendorong naiknya ekspektasi inflasi secara keseluruhan. Jika inflasi AS melandai lebih lambat dari perkiraan, Federal Reserve dapat mengambil sikap yang lebih berhati-hati terhadap pemangkasan suku bunga, yang secara teori dapat mendukung dolar AS.
2. Arus dana safe haven menuju dolar AS
Ketika ketegangan geopolitik meningkat, dolar sering kali menarik permintaan safe haven dalam kadar tertentu. Namun, jika pasar meyakini bahwa krisis energi dapat menekan belanja konsumen dan laba perusahaan AS, kenaikan dolar mungkin dibatasi oleh penurunan aset berisiko dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi.
3. Kenaikan harga minyak mendorong volatilitas mata uang komoditas
Mata uang yang berkaitan erat dengan ekspor energi, seperti dolar Kanada dan krone Norwegia, dapat memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak. Oleh karena itu, trader dapat memantau secara saksama pasangan seperti USD/CAD dan USD/NOK.
Kenaikan Persediaan dan Perlambatan Pertumbuhan Permintaan Dapat Membatasi Kenaikan Harga Minyak Satu Arah
Meskipun risiko geopolitik telah mengangkat harga minyak, kondisi fundamentalnya tidak sepenuhnya bullish. OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak akan melambat, sementara persediaan minyak mentah AS mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga setengah tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi penawaran dan permintaan aktual mungkin lebih longgar daripada perkiraan pasar sebelumnya.
Laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) dan U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa kondisi persediaan tampaknya lebih baik daripada yang dikhawatirkan pasar, sehingga dapat menekan harga minyak. Dengan kata lain, pasar minyak mungkin akan terus dipengaruhi oleh tarik-menarik antara “risiko pasokan geopolitik” dan “fundamental persediaan serta permintaan,” yang berpotensi memperbesar volatilitas jangka pendek secara signifikan.
Pasar Apa Saja yang Perlu Dipantau Trader CFD?
Dalam lingkungan berita yang berubah dengan cepat, trader dapat memantau:
-
Minyak Mentah WTI dan CFD Minyak Mentah Brent: Pantau aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, insiden keamanan kapal tanker, dan perkembangan perundingan AS-Iran.
-
Indeks Dolar AS dan CFD Pasangan Mata Uang Utama: Terutama EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan USD/CAD, yang memiliki korelasi relatif kuat dengan harga minyak.
-
CFD Emas: Jika sentimen safe haven menguat, emas dan dolar AS dapat menarik perhatian investor. Namun, pergerakan harga aktual akan tetap bergantung pada imbal hasil obligasi pemerintah AS dan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
Perkembangan geopolitik sering kali dapat memicu gap pasar, lonjakan atau aksi jual tajam, serta penurunan likuiditas. CFD melibatkan leverage, yang dapat memperbesar potensi profit maupun potensi kerugian. Sebelum melakukan trading, pertimbangkan untuk menetapkan level stop-loss, mengelola ukuran posisi, dan menghindari mengejar harga secara berlebihan saat muncul berita besar.
Ingin memanfaatkan pergerakan real-time minyak mentah, dolar AS, dan emas? Lakukan trading CFD di Bitget untuk menjelajahi peluang secara fleksibel di berbagai pasar. Namun, pastikan kamu memahami risiko terkait dan melakukan trading dengan bijak sesuai toleransi risikomu.
- Risiko di Selat Hormuz Meningkat saat Serangan terhadap Kapal Tanker Memperbesar Kekhawatiran Pasokan
- Tingginya Harga Minyak Bukan Sekadar Masalah Energi—Dolar AS Juga Dapat Terpengaruh
- Kenaikan Persediaan dan Perlambatan Pertumbuhan Permintaan Dapat Membatasi Kenaikan Harga Minyak Satu Arah
- Pasar Apa Saja yang Perlu Dipantau Trader CFD?


